Di Masa sekarang, yaitu dimasa era digital atau bisa dibilang generasi digital yaitu salah satu era atau zaman pada kehidupan ini telah mengalami kondisi kemajuan yang cukup pesat dan mengarah ke bentuk digital. Perkembangan era digital akan terus berjalan begitu cepat dan tak bisa dihentikan oleh manusia. Dengan adanya perkembangan teknologi digital, manusia dapat melihat dunia virtual secara nyata yaitu dengan menggunakan media digital Virtual Reality atau biasa kita sebut dengan VR.
Virtual reality (VR) adalah teknologi komputer yang menghasilkan simulasi kehidupan nyata yang memungkinkan orang berinteraksi dan merasa berada di dalamnya. Penggunaan teknologi VR yang paling umum sejauh ini telah berada di sektor konsumen yaitu berupa aplikasi dan player yang mudah digunakan. Dan disaat era digital masa sekarang, Virtual reality (VR) juga dapat dimanfaat untuk membangun perpustakaan digital dengan berupa memberikan pembelajaran yang menarik dan interaktif melalui sebuah video pembelajaran.
Dengan aplikasi second life, perpustakaan dapat membangun dunia virtual.Selama lebih dari sepuluh tahun, komunitas buku virtual menggunakan second life dalam membangun dunia virtual mereka. Mereka bertemu di dunia virtual melalui avatar, di mana mereka dapat berinteraksi, mengadakan pertemuan, dan berdiskusi. Selain itu, dapat membantu para pustakawan dalam mengenalkan desain dan bagian-bagian gedung perpustakaan secara virtual atau secara nyata dengan cara melalui video VR. Yaitu dengan cara tur perpustakaan secara virtual untuk berkeliling perpustakaan serta menunjukkan bagaimana menemukan koleksi buku dan mencari informasi koleksi di rak buku dengan lebih cepat. Pustakawan juga dapat membuat avatar, membuka layanan literasi informasi, Pendidikan, konsultasi, book clubs, author talks, dan banyak lagi. Dengan avatar pustakawan dapat menjelajah berbagai dunia virtual yang ada. Terutama layanan referensi melalui penyediaan model referensi arah, pengayaan materi-materi literasi informasi dalam format yang dapat diakses oleh peralatan VR, dan visualisasi katalog online dalam tiga dimensi.
Manfaat adanya tour perpustakaan juga memudahkan akses ke semua tempat bila secara fisik gedung perpustakaan sangat luas. Terutama bagi pemustaka difabel, pemustaka berusia lanjut dan pemustaka dengan keterbatasan fisik lain dengan mobilitas rendah. Dengan teknologi VR, layanan perpustakaan akan dibentuk kembali. Ini akan mendorong pustakawan lain untuk mempertimbangkan, memanfaatkan, mengembangkan, dan menyebarkan solusi baru yang lebih lincah, efektif, dan responsif.
